Image 1
Image 2
Image 3
Image 4
Image 5
Image 6
Image 6
Image 6
Logo
PPNI Ngadu ke Dewan, Seleksi Pemilihan Direktur RSMY Bengkulu Diduga Melanggar

PPNI Ngadu ke Dewan, Seleksi Pemilihan Direktur RSMY Bengkulu Diduga Melanggar

   

BENGKULU – Aliansi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Bengkulu, melakukan Hearing Bersama Ketua dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, di ruangan rapat komisi, Jum’at (07/06/2024) Pagi.

Komisi IV DRPD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi mengatakan, aliansi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bersama Gerakan Masyarakat Pengawas Birokrasi (GEMAWASBI) menyampaikan aspirasi terkait keabsahan hasil tim Panitia Seleksi JPT Pratama yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu terhadap seleksi Jabatan Direktur RSUD M.Yunus Provinsi Bengkulu Tahun 2024 dalam aturan Permenkes RI Nomor 971/Menkes/PER.XI/2009, Pasal 10 bagian kedua pada ayat 4.

“Maka dari itu yang kami lihat ada kejanggalan terkait dengan penunjukkan atau pelantikan direktur yang sekarang ini, dalam waktu dekat kami komisi IV akan memanggil tim seleksi dan meminta keterangannya terkait dengan cara-cara mereka menyeleksi daripada direktur yang baru,” ujar Edwar Samsi.

Ia juga menyampaikan seharusnya yang menjabat Direktur RSUD M Yunus itu ialah orang yang sudah mempunyai pengalaman, contohnya kata dia pernah menjabat Wakil Direktur. Bukan Ari Mukti Wibowo yang masih Eselon III.

 

“Kita tahu bahwa dokter Ari itu baru Esselon III, sementara banyak wakil direktur bapak dan ibu yang lainnya, tapi ingat bahwa rumah sakit tipe A itu, untuk persyaratan tersebut minimal jabatan yang diduduki sebelumnya itu menjadi wakil direktur (Wadir), maka itu ari kita mempertanyakannya,” sambung Edwar.

Kemudian Fauzan Ardiansyah, Ketua Paramedis Perawatan Nasional (PPN) Provinsi Bengkulu, manyampaikan bahwa pihak mereka menyalurkan aspirasi-aspirasi dari tenaga Kesehatan, dalam memperjuangkan Undang-Undang perawatan yang telah hilang.

“Kami dibuka ruang untuk tenaga kesehatan dan tenaga professional lainnya untuk menjadi direktur rumah sakit, dan ternyata di Provinsi Bengkulu ini dibuka hanya untuk tenaga hanya untuk tenaga medis,” ujar Fauzan.

Ia juga menjelaskan bahwa aspirasi tersebut bukan untuk mencari kesalahan tapi untuk menciptakan bagaimana Rumah Sakit di Provinsi Bengkulu ini dipimpin oleh orang yang berkompeten dan yang bisa membawahi pelayanan kesehatan di Provinsi Bengkulu.

“Kami ingin Rumah Sakit di Provinsi Bengkulu ini dipimpin orang yang memang berkompeten dan bisa membawahi pelayanan kesehatan di Provinsi Bengkulu,” tutup Fauzan. (Advetorial)