Logo

Ketua Komisi III: Masalah BBM Jangan Hambat Ekonomi Masyarakat

Ketua Komisi III: Masalah BBM Jangan Hambat Ekonomi Masyarakat

BENGKULU – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali mengingatkan Pertamina agar masalah kerusakan pipa segera diatasi agar tidak mengganggu distribusi BBM ke Bengkulu. Ia berharap persoalan ini tidak sampai menghambat ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai BBM ini menghambat perekonomian masyarakat, aktivitas pekerjaan maupun aktivitas lainnya,” kata Tantawi, Jumat (7/6/2024).

Tantawi mengatakan, kuota BBM untuk Provinsi Bengkulu telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga persoalan kerusakan pipa Pertamina tidak bisa menjadi hambatan. “Saya berharap pada Pertamina maupun SPBU supaya BBM ini tidak terhambat di Bengkulu, karena kuota BBM ini telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah untuk menyurati Pertamina agar tetap pada komitmen yang telah disampaikan ke media yang berisi kepastian bahawa persoaln pipa tidak akan menganggu distribusi BBM ke masyarkat. Apalagi menjelang moment idul adha.

“Agar Pertamina sesuai dengan komitmennya yang disampaikan ke media, bahwa menjelang idul adha BBM tetap aman,” ucap Tantawi.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali

Sebelumnya, fasilitas perpipaan distribusi di Depo BBM Pulau Baai Bengkulu diduga mengalami kebocoran akibat tertabrak tongkang. Pertamina telah melakukan identifikasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengevakuasi (mengangkat) tongkang yang diduga menjadi pemicu.

“Kondisi di Pertamina pada saat evakuasi tongkang kemarin sudah lancar. Pas evakuasi itu hari Selasa, jadi tongkang sudah ditarik oleh pemilik kapal,” sampai Haris Yanuanzah saat konfrensi pers di Media Center Pemerintah Provinsi Bengkulu, kemarin.

Tim penyelaman juga sudah diturunkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan secara visual terhadap dugaan pipa yang mengalami kebocoran, dan dengan serangkaian tes untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan serta langkah mitigasi melokalisir area sekitar agar tidak berdampak lebih luas. (Advetorial)