Image 1
Image 2
Image 3
Image 4
Image 5
Image 6
Image 6
Image 6
Logo

Tertutup Bukan Berarti Tidak Berkarya, Cerita Asmanida Juara Lomba Puisi Provinsi Bengkulu

   

BENGKULU – Asmanida Lubis, siswi yang duduk di bangku kelas 12 SMA S Tenera Putri Hijau ini memang hobi menulis puisi. Ia bahkan memiliki buku khusus untuk menorehkan ide-idenya, setidaknya ada 15 hingga 18 puisi yang diciptakannya.

Baginya, membuat puisi adalah bagian dalam mengalirkan emosi ke dalam narasi yang tidak bisa diungkapkan. Hal tersebut juga tidak jauh dari kepribadiannya yang sedikit tertutup (introvert) dibanding anak-anak seusianya.

“Sewaktu kelas sepuluh, aku paling tidak suka kalau disuruh tampil dalam acara sekolah apapun. Intinya pengen jadi murid ghaib aja kalau bisa,” kata Asmanida pada Bengkulunews.co.id.

Asmanida. Istimewa

Asmanida biasanya memilih untuk melakukan segala sesuatu sendirian ketimbang bercengkrama dengan banyak orang. Dunianya jauh lebih seru dan menyenangkan, ketimbang harus berinteraksi dengan orang-orang di luar sana.

Namun semenjak duduk di kelas 12, Ia mulai memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman. Walau awalnya takut untuk bertemu dengan orang-orang, namun setelah mengikuti beberapa perlombaan dan banyak bertemu teman baru dirinya mulai membuka hati.

Rupanya bertemu dengan orang-orang tidak seburuk dan semenakutkan seperti yang dibayangkannya. Justru berinteraksi dengan dunia luar, jauh lebih menyenangkan. Sejak memutuskan untuk keluar dari zona nyaman gadis asli Sumatera Utara yang mahir membuat puisi ini, banyak mengikuti perlombaan.

Bahkan Ia mendapat berbagai jenis pernghargaan dalam lomba yang diikutinya. Seperti juara pertama dalam lomba hari pahlawan, juara dua membuat cerpen di festival olahraga dan seni di sekolah.

Asmanida Lubis. Istimewa

“Ada rasa insecure, karena saya merasa mereka merupakan lawan yang sangat hebat. Bisa lolos tingkat Kabupaten dengan membuat puisi dalam kurun waktu dua jam saja. Dan merasa kemampuan saya masih jauh di bawah mereka, karena jujur tidak mampu membuat puisi dengan kurun waktu dua jam,” jelasnya.

Meski sempat maju mundur, Asmanida mengambil langkah besar untuk memberanikan diri. Baginya menang kalah urusan belakangan, yang terpenting adalah berjuang dahulu. Siapa sangka Ia berhasil merebut juara satu lomba cipta puisi se Provinsi Bengkulu.

Perasaan haru dan bahagia tercampur dalam dirinya. Ia berharap ke depannya bisa melangkah lebih maju hingga ke babak final. Juga apa yang tidak bisa ia gapai saat ini, dapat tercapai oleh orang lain.

Asmanida bersama rekan-rekannya di sekolah. Instimewa

“Harapan aku semoga di tahun depan perwakilan cipta puisi dari Provinsi Bengkulu, bisa lolos di babak final. Dan apa yang tidak bisa aku lakukan, dapat digapai dengan baik oleh orang lain,” demikian Asminda.