Logo

Keterbatasan Fasilitas Tidak Membuat Fathir Mundur dalam Meraih Juara

" width=

" width=

BENGKULU – M. Fathir Irvansyah atau yang kerap disapa Fathir ini merupakan orang Manna dan tengah bersekolah di SMA Negeri 1 Bengkulu Selatan. Anak pertama dari tiga bersaudara ini sedari Sekolah Dasar (SD) sudah hobi menggambar dan belajar secara otodidak mengenai desain saat duduk di bangku tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tidak ada kursus ataupun pelatihan yang diikuti, semua serba mandiri dalam mendalami skill design. Fathir memilih mengulik sendiri setiap aplikasi dan tools yang digunakan, sehingga lebih memahami setiap fungsinya masing-masing.

“Jadi itu aku mengulik-ngulik sendiri, aplikasi design. Nah di sanakan ada ikon banyak tuh, jadi aku tekan. Baru tahu oh, ini fungsinya begini. Jadi coba-coba iseng aja, tapi berkat itu yang dulunya gambar lama, bisa cepat jadi. Karena menggunakan fitur-fitur yang ada di aplikasi gambarnya,” tutur Fathir pada Bengkulunews.co.id Minggu (10/09/23) siang.

Ketertarikan dalam desain ini membawa dirinya ikut berperan dalam berbagai event di sekolah. Mulai dari membuat ilustrasi dan mascot untuk ulang tahun sekolah SMAN 1 Bengkulu Selatan. Hingga memenangkan beberapa perlombaan seperti juara satu Desain Poster DTCSC 2022, saat ulang tanun sekolah. Juara satu Mural, FESBUK 2023 bersama teman sekelas, hingga baru-baru ini berhasil merebut posisi tertinggi lomba desain poster se Provinsi Bengkulu 2023.

Sebelumnya Fathir juga pernah mendaftarkan diri pada lomba FIKSI (Festival Inovasi & Kewirausahaan Siswa Indonesia) pada bidang desain grafis dalam acara Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional) saat tengah duduk di bangku 10 SMA, namun belum mendapat kesempatan. Kemudian barulah mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional, desain poster se Kabupaten 2022, namun lagi-lagi Ia kembali belum diberikan kesempatan.

Hingga pada akhirnya Ia kembali mencoba peruntungan untuk mengikuti kembali Lomba Seni Siswa Nasional, desain poster se Provinsi 2023. Namun perjalannya masih panjang, Ia harus meminirkan tema dari desain poster yang akan dibuat.

Kala itu tema yang harus diangkat adalah dampak dari flexing. Berbagai hal dilakukannya mulai dari mencari referensi dan lainnya.

“Jadi aku nyari referensi dan anekdot yang suka ada di koran. Juga sama ngambil referensi dari ilustrator majalah serta bertanya ke juara, sama finalis FLS2N di tahun sebelumnya,” jelasnya.

Kendala lainnya adalah saat peserta lain membuat desain menggunakan laptop, sedangkn dirinya hanya memiliki fasilitas smartphone. Belum lagi layar smartphonenya yang kecil dan kurangnya kualitas.

“Awal-awal aku bikin ilustrasi itu. Aku kan gambarnya di handphone, itu kadang file gambarnya ngecrash. Jadi harus gambar ulang, kalau buat ilustrasi sama poster itu susahnya pas nyari referensi. Bisa sampai satu sampai dua minggu, apalagi kalau desain poster itu kita harus membuat ilustrasi Yang memiliki makna tersirat sebagai pengambaran dari pesan disampaikan dari posternya,” keluh Fathir.

Namun siapa sangka hal tersebut membawa dirinya berhasil meraih juara satu Desain digital se Provinsi Bengkulu dalam kegiatan FLS2N. Saat ini Ia tengah sibuk fokus dalam mengejar perguruan tinggi dan kegiatan osis.

Menurutnya semua orang bisa meraih apa yang diinginkan, walau hanya berawal dari mimpi. Karena semua orang memiliki mimpi dan hal tersebut gratis.

“Aku orang yang mempunyai mimpi tinggi, kerena mimpi itu gratis. Juga dalam berkarya, dari pada menunggu yang sempurna, kenapa tidan menyempurnakan apa yang kita punya sekarang,” demikian Fathir.