Image 1
Image 2
Image 3
Image 4
Image 5
Image 6
Image 6
Image 6
Logo
Pesan Kadispora untuk Atlet yang Berlaga di PON Aceh

Pesan Kadispora untuk Atlet yang Berlaga di PON Aceh

   

BENGKULU – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan memberikan sejumlah pesan untuk atlet yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 mendatang. Menurut Ika, atlet harus menjaga stamina dan perbanyak latihan.

“Kepada atlet yang lolos PON, tetap mempersiapkan diri. Jaga stamina dan perbanyak latihan,” ucap Ika, Rabu (6/12/2023).

Selain atlet, kata Ika, para pelatih juga diminta untuk mempersiapkan timnya secara maksimal. Ia berharap setiap tim, atlet maupun pelatih tidak merasa puas hanya karena lolos untuk bertanding di PON Aceh.

“Kalau bisa nanti dalam pertandingan meraih medali sebanyak-banyaknya. Jangan berpuas diri karena telah lolos PON saja,” katanya.

Ia berharap setiap atlet dan pelatih yang akan berlaga di PON menanamkan rasa perjuangan, karena telah berhasil lolos. “Kalau sudah lolos PON artinya kita membawa nama Provinsi Bengkulu, ada beban di situ yang harus kita tanamkan, harus berjuang habis-habisan,” ujar Ika.

Pekan Olahraga Nasional 2024 adalah penyelenggaraan ke-21 dari Pekan Olahraga Nasional yang merupakan ajang multi-olahraga nasional utama yang dijadwalkan berlangsung dari 8 hingga 20 September 2024 dengan Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah.

Sejumlah atlet di Bengkulu telah mengikut pra PON seperti Aldy salah satu pecatur muda Bengkulu. Meski masih memiliki waktu satu tahun, beberapa persiapan sudah dilakukan.

Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Dedy Ermansyah kepada RRI mengatakan, saat ini sudah terdata 20 cabor yang memastikan diri lolos ke PON. Jumlah itu masih bisa bertambah karena masih ada cabor yang akan menggelar Pra PON maupun play off memperebutan tiket PON 2024.

Cabor-cabor yang sudah mengantongi tiket PON Aceh Sumut itu antara lain adalah selam, golf, hapkido, kurash, binaraga, karate, sepeda, sepatu roda, pencak silat, bola voli pantai, taekwondo, sambo, anggar, wushu, bola tangan, gulat, e-sport, dan triathlon.

Cabor lain yang sudah menyelesaikan Pra kualifikasi PON namun gagal lolos ke PON adalah angkat berat, dayung, panjat tebing, dan tarung derajat. Cabor yang gagal ke PON dari ajang Porwil Sumatera XI adalah sepak bola, voli indoor, renang, dan atletik. (Advetorial)